Mexican Food Style

Gara-gara setelah on-air di CosmopolitanFM terus makan di Chilis (hasil racunan Nandra) bareng depe dan suaminya (maafkan akyu suamiku tidak mengajak dirimyuuuuuu *kecups*), jadi inget duluuuuu pernah juga makan di resto mexico waktu honimun ke jerman duluuuuuu, yang ternyata adalah pertama kali saya merasakan masakan mexico.

Sama juga dengan sekarang, tetep tidak cucok boooook (maklum perut dan lidah endonesah).

Mexican Paella

Nasi campur ala Mexico dengan udang, chicken wings, dan saos tomat diatas hot pan dihidangkan dengan garlic bread dan salad. Bahan utamanya adalah beras, olive oil dan kunyit -_-“

Beef Fajitas

Tumisan daging dengan bawang dan paprika, bumbunya krim asam, salsa, keju dan tomat. Disajikan diatas wajan kecil dengan tambahan tortilla, salad, guacamole dan pure kacang.

Vegetables Tacos

Filled Zucchini, eggplant, tomatoes, potatoes served with grilled prawn spit, small salad, garlic bread, salsa and guacamole.

Tres Burritos Variados

3 small burritos, stuffed with spinach, ground beef and seafood

Plato Para Pastres

Naaaaah, ini nih dessert-nyah… pisang dan apel yang digoreng tepung, dihidangkan dengan ice cream dan saus karamel.

Cantina Charlotta

location:

Iglinger Str. 1 86916 Kaufering

Tel. 049-0819.166.200

Iklan

Culinary Berlin – Menu Idea

Secara di Berlin sono tidak dijamin ayam dan sapinya dipotong secara halal 😀 jadinya wiskulnya serba seafood, ada seh *bandel*-nya penasaran sama si bebek yang sangat crispy *maafkan perut sayaaaaa*, tapi bisa neh, jadi inspirasi buat bikin menu seperti ini xixixi kaya canggih masaknya ajuah 😀 yaaaak, silahkan dicermati, dibuat dan kalo sukses seperti deskripsi saya, HARUS dikirim ke saya yaaaaaa *ngeces lagi dewh -_-”

ini namanya shark’s fin broth, ye ye ye … sup sirip ikan hiu getoooooh, gak tau seh beneran apa gak, dari mulut saya yang terasa seperti kaldu ikan dan telur *iih dari penampakan juga keliatan kaleeeee* ada potongan daging ikannya, gak tau itu daging ikan hiu ato ikan biasa, irisan daun bawang daaan sedikiiiiit rasa wijen 😀

waktu pesan kirain bentuknya seperti yang biasanya gitu *shrimp coctail maksudnya* ada udang, mayo, alpuket, dll… ternyata simpel dan biasa banjet bok penampakan ni shrimps salad, sayurannya cuma timun, kol dan tomat, ditaburin udang dan olive oil + vinegar… segeeeeeer banget!

menu favorit! untungnya nih chinese resto stu gedung sama hotel tempat menginap, jadiiiiiii tiap hari mampir pesen ginian *halah* jujur saya sebenarnya gak syuka menu ikan saus asam manis, tapiiiiiih beneran deh, fried fish with sweet & sour sauce yang ini bikin ketagihaaaaan! fillet ikannya digoreng deep fried gitu, trus saus asam manisnya pake potongan nanas dan paprika yg crunchie… krenyes krenyes…. *slurp

duuuh, saking esmosinya, lupa ni menu namanya apa, pokoke tofu-tofu gitu dewh :p simpel seh sebenernya, cuma potongan tahu sutera/ tofu trus disiram sesame sauce dan taburan irisan daun bawang. biasa saja seh, tapiiiii segeeeer deh, lho kok seger? iya, soale penyajian si tofu dalam keadaan dingin, sesame sauce-nya juga tidak kentel dan oily tapi encer, makanya saya ber nama dia cold tofu *lebay* cucok neh buat dessert 😀

naaaah ini dia si crispy duck yang bikin saya lemah lunglai *:p* habiiiis, lihat di meja tetangga *dasar ngecesan* kok kayanya enyaaaaak getoooh, akhirnya pesan deh, dan emang enyaaaak banjet, bebeknya digoreng kering gitu dan kayanya pake tepung deh makanya bisa crunchie, trus pake saus pedas, naaaah berhubung perut sangat lapar saya gagal mendeteksi apa sih ingridients saus pedas ini, nanya ke waitressnya juga lupaaaaaa, yang pasti tidak pedas kok, mungkin cuma dicampur chilli powder tekstrusnya kental cuma gak terlalu tajam rasanya gitu *bingung kan mendeskripsikannya*.

waktu ke B5 Berlin Outlet kemaren, mampir neh ke resto khusus masakan ikan Nordsee, pas banget kan sama selera 😀 disini banyakan ikan harring dan salmon, wuiiiih langsung deh pesan yang gambarnya pualing menggiurkan 😀

Menu yang kiri ituh namanya Spezialitat des Hauses, maksude menu spesial restonya kalik ya 😀 gak bisa menterjemahkan isinya, cukup meraba-raba, penjelasannya bahasa jerman seeeeeeh. Pokoke ikan goreng tepung, pleus udang 3 beje, kentang tumis dan butter cream cheese.

Kalau menu yang kanan namanyaaaaa Fischfilet “Champignon” HA! ini mah eike tauuu, fillet ikan dikasi saus jamuuur kaaaan *songong*. Betul sodara-sodara, filet ikan Harring, di goreng tepung, siram dengan campuran jamur dan mozarella cheese dan kentang rebus, tetep ya boook dikasihin saus tartar sampai luber gitu . Ealaaaaaa, enyaaaaak 😀

Pantesan saya gak pernah kurus pulang dari sini, biar kerjanya jalan terus *ngirit.com* tapi kalo makannya sebakul mana bisa turun nih BB *mewek sambil gigit korset*

Welser Kuche – Augsburg, Germany

Feasting like 450 years ago…

Kembali Ke Jaman Batu

Ini benernya udah luama banget, jaman saya bulan madu *cuit cuit* … ngetem lama di kompie, sharing aja kali ye… sapa tau ada yg mo kesono, ngikutin jejak saya bikin anak hahahaha

Dinner dengan candle light dan harus memperhatikan table manner di resto terkenal emang udah wajib hukumnya. Tapi di Welser Kuche, kita malah dituntut untuk menyantap makanan langsung dari tangan.

Di sini ada resto unik yang konsepnya mengikuti abad 15. Nggak cuma interior bangunan yang berdindingkan batu-batuan kasar, tapi dari furniture sampai peralatan makannya juga so last century.

depan resto
inside resto

Sampai di depan resto, yang terlihat bangunan pertokoan, disampingnya akan ada pintu kayu besar dengan plang resto. Jangan bingung, ternyata emang restonya ada bawah bangunan, biar berasa di dalam gua gitu kali ye he he he… Di dalam resto, kita disambut dengan ibu-ibu cantik berpakaian tradisional Jerman yang akan mencucikan tangan kita dengan baskom. Lalu dipasangkan serbet di leher sambil diberikan welcome drink di dalam gelas yang terbuat dari tanduk kerbau.

interior resto

Ruangan resto yang nggak terlalu besar diisi beberapa meja kayu yang besar dengan tatakan kayu danpisau belati sebagai ganti peralatan makan, jadi jangan mengharapkan piring, sendok dan garpu ya. Sedangkan gelas minum, teko, dan mangkuk sup dan salad terbuat dari tembikar.

Oya, salah satu keunikan dari resto ini adalah, bila dalam satu meja ada ceweknya, maka dialah yang harus melayani makan teman-teman semejanya, kalau ternyata satu meja cowok semua, terpaksa ada yang harus mengenakan topi renda untuk berperan sebagai cewek.

roti
salad
sup

Jenis menunya sedikit, seperti abad 15, garam dan bumbu sangat mahal, jadi rasa makanan juga tidak terlalu tajam. Pertama-tama kita disajikan roti dengan mentega yang terbuat dari lemak daging, rotinya tidak bolek dibelah dengan pisau, harus dengan tangan dan dibagikan ke teman-teman (artinya satu roti jangan dimakan sendiri). Kemudian menyusul salad, dan sup dalam mangkuk besar. Para cewek membagi-bagikannya ke dalam mangkuk yang lebih kecil. Untuk mengambil daging dan sayur dalam sup harus menggunakan tangan, sedangkan kuah sup diminum dengan langsung menyuruputnya dari mangkuk, harus dengan suara yang keras, kalau nggak bakal dihukum dengan menggunakan kunci kayu besar yang dikalungkan dileher, dan bisa dilepas kalau dicium oleh tiga orang lawan jenisnya. Selesai menyantap sup, hidung kita dibersihkan dengan bubuk tembakau yang dibubuhkan dengan alat pelontar dari kayu. Seru bok!

hidung dibersihkan

Nah, menu utamanya adalah bebek panggang, dari beberapa ekor yang ditaruh di tatakan kayu yang besar, dipotong-potong dan langsung dibagikan ke masing-masing meja. Mmm… yummy! Kalau steak umumnya disajikan dengan kentang, tapi di Welser Kuche, bebek panggang dinikmati dengan lumatan campuran roti dan sayuran, sama-sama enaknya kok. Kita juga harus menyisakan sedikit sisa makanan di meja untuk orang-orang miskin, kalau nanti saat dikumpulkan ternyata piring kita bersih, kita akan mendapat hukuman (lagi).

roti isi daging dengan saus bruberry
lumatan roti dan sayuran dimakan bareng bebek panggang
bebek panggang, dipotong-potong dan disajikan
eat with your fingers
sisakan makananmu ya
hukuman hehehe

Di akhir jamuan (cieeeeee…. jamuan bok), pelayan resto akan mengucapkan  selamat malam, dan terima kasih atas kunjungannya dengan menggunakan kostum penjaga malam. Waw, what a dinner!

goodnight goodbye

kalo ada yg mo wiskul – Welser Kuche: Maximilianstrasse 83, Augsburg, Germany