Slow Cooker Pumpkin Butter

Labu kuning lagi 😀 emang salah satu sayur pilihan yang disukai denbaguse, manis dan lembut, seperti saya *uhuk*

Selain dibikin sayur dan kolak, ternyata Labu Kuning bisa dibikin selai juga loh, dah bosen kan homemade butter yang itu itu aja. Dijamin nagihin deh, buat yang suka hahaha

Resep ini saya dapat dari share salah satu teman fesbuk saya Linda Gullikson yang bertemu di HayDay XD, yiuk mari diliat resepnya.

Pumpkin Butter

Bahan:

1 ½ cup puree labu kuning
(dari ¼ potong labu kuning, dipotong memanjang,dikukus, buang bijinya, kemudian dikeruk dagingnya)
¼ cup gula pasir
1/3 cup brown sugar
1 sendok teh kayu manis bubuk (kalau yang tidak terlalu suka, bisa ditambahkan ½ sdt sajo)
1 butir cengkeh
¼ sendok teh pala bubuk

 Cara membuat:

  1. Campur semua bahan dalam mangkuk slow cooker, aduk rata.
  2. Tutup dan masak dengan set HIGH selama 3 jam, setengah jam sebelum dimatikan slow cooker, aduk aduk rata kemudian tutup kembali.
  3. Setelah selai dingin, pindahkan ke dalam toples kaca untuk disimpan di dalam kulkas selama 3-4 minggu, atau di freezer sampai 6 bulan.
Iklan

Menu Sehat Si Kecil Saat Mama Pergi Jauh

Saya seorang working at home mom, tapi terhitung tidak sibuk karena cuma perlu waktu di depan komputer tidak lebih dari 2 jam sehari. Jadi bisa dibilang waktu banyak saya habiskan bersama Sebastian yang sekarang berusia 22 bulan. Untuk urusan anak, saya termasuk emak yang riwil dan parno-an, sehingga hampir semuanya saya kerjakan sendiri biar lebih afdol, termasuk makanannya yang sampai saat ini masih menganut aliran no gula garam.

Kadang karena urusan kerjaan, dalam setahun saya harus pergi keluar kota dua kali dan dalam waktu lama, mulai dari 2 minggu sampai 5 minggu. Si kecil saya tinggal dirumah dengan papanya dan mertua yang di-“impor” dari Bandung, yang saya minta tolong untuk menemani Basti selama papanya kerja, dan dibantu dengan ART. Tapi tetap makanan Basti khusus dimasak oleh mertua, saya secara pelan-pelan menjelaskan masalah masakan yang no gulgar kepada mertua dan beberapa tips untuk masalah masak-memasak makanan Basti, saya usahakan agar mertua tidak merasa tersinggung dengan beberapa aturan yang saya buat. Untungnya mertua orang yang easy going dan enak diajak bekerja sama, jadi saya juga tenang meninggalkan Basti.

Tapi bagaimanapun, biar tidak dicap menantu durhaka 😀 saya berusaha mempersiapkan semua kebutuhan Basti untuk memperingan mertua menemani Basti saat saya pergi jauh.

Beberapa hal yang perlu disiapkan:

  1. Menyusun jadwal kegiatan Basti setiap harinya, termasuk waktu mandi, makan, cemilan, minum susu dan tidur.
  2. Menyusun menu sarapan, cemilan, makan siang dan makan malam Basti setiap hari, dan resep-resepnya. Saya tambahkan pula beberapa resep lagi kalau ada bahan yang kurang atau buat alternatif saja.
  3. Membuat list bahan makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi Basti, dan cara mengolahnya. Dan saya tambahkan beberapa tips penting seputar hal masak-memasak.
  4. Mempersiapkan frozen foods untuk menu makanan Basti sehari-hari, seperti: nugget, bakso, filet ikan, daging giling, gravy, kaldu yang sudah disiapkan per-porsi.
  5. Memperbanyak stok makanan yang masa kadaluarsanya agak lama seperti tepung terigu, tepung maizena, pasta, mi organik, tepung beras, oatmeal, beras organik, yogurt, susu uht cair dan  keju. Saya juga mempersiapkan stok kukis sehat yang saya pesan di cemal cemil ciamik buatan teman saya Echie (promosi nih chie hehehe).
  6. Meninggalkan no telepon dsa langganan beserta kliniknya, juga nomer telepon kakak yang kebetulan juga dokter untuk jaga-jaga bila ada masalah darurat.
  7. Membuat list obat yang biasa diminum Basti kalau sakit, menyiapkan obat di dalam lemari dengan ditempel label dosis agar memudahkan mertua mencari, menjadikannya dalam satu kotak dengan betadine, plester demam dan thermometer.

Setelah yakin semua kebutuhan Basti sudah disiapkan, sayapun bisa berangkat dengan tenang, tapi tetap sms-an dengan suami dan mertua untuk mengetahui kegiatan Basti (sekalian cek ricek hehehe) selama saya tinggal.


Mungkin tips ini bisa membantu para emak-emak yang meninggalkan anaknya untuk bepergian jauh tapi ingin tetap menjaga makanan yang dikonsumsi anak tetap sehat dan bersih. Bisa juga diberi tambahan buat orang rumah supaya tidak sembarang memberikan makanan yang mengandung gula, garam, zat additif dan msg, dibilang saja kalau si anak ada alergi terhadap bahan makanan tersebut, agak bohong sih, tapi kan demi kebaikan si kecil hehehe

*tulisan ini dimuat di Mommiesdaily January 5th, 2011