Belajar Ngebento – Kyaraben Workshop

Mau share neh hasil ikut kelas bento yang diselenggarakan oleh Bestariku, playgroup asik asuhan Mba’ Alzena Masykouri. Sebenarnya bukan bikin bento seh, tapi seni menghias bento atau disebut juga Kyaraben :D.

5 Warna Dasar Kyaraben

Maksudnya adalah 5 warna dasar yang sebaiknya ada didalam satu kotak bento, jadi bentuknya bisa ceriah getooo

Kuning » nasi kuning, telur, paprika kuning

Merah » sosis, tomat, paprika merah

Hijau » brokoli, selada air, paprika hijau, nasi warna hijau (nasinya dicampur air suji kali ya)

Pink » tidak harus ada sih, biasanya diberi ham yang direbus biar warnanya tetap asli.

Putih » nasi putih, putih telur, telur puyuh.

Naaaah dari 5 warna dasar ini paling tidak mewakili semua kebutuhan gizi anak seperti protein, karbo, vitamin dan serat.

Alat-alat yang biasanya di pakai:

Mini puncher » digunakan untuk membolongi nori yang menghasilkan bentuk mata, hidung, mulut dan alis.

foto diambil dari sini

Kater/ pisau kecil »  untuk membuat bentuk pada sosis.

Pinset »  untuk menata bentuk-bentuk kecil dari nori seperti mata, hidung, dll. Bentuknya seperti gambar dibawah ini, tapi kalau ditoko bento juga dijual tuh yang terbuat dari plastik. Kalau emang ga punya, bisa juga pakai toothpick.

foto diambil dari sini

Gunting kecil » untuk menggunting nori, ham, telur dll, pilih yang kecil, bisa juga menggunakan gunting pemotong alis yg kecil itu loh.

Toothpick » biar memberikan warna pada kyaraben-nya.

foto diambil dari sini

Handmolding

  • Untuk membentuk nasi (molding) gunakan clingwrap yang kualitasnya bagus, jangan plastik bening biasa karena nasi akan menempel dengan baik di plastik clingwrap.
  • Kunci handmolding adalah harus padat, jadi saat ditusuk tidak pecah. Untuk menyambungkan bagian-bagian seperti telinga, hidung gunakan stik spaghetti, jangan pernah menggunakan tusuk gigi yaaaa…. Jangan kuatir, stik spaghetti ini akan melunak di dalam kelembaban selama 20 menit.

Nasi

Nasi putih » banyakin airnya biar agak lembek, kemudian dibentuk dalam keadaan masih hangat.

Nasi kuning » tambahkan sedikit beras ketan biar lebih pulen, dalam keadaan dingin masih bisa dibentuk.

Nori

Beli Nori yang padat dan tidak berbumbu. Jangan beli nori yang banyak dijual di toko-toko yang berbumbu msg itu yaaa…. Nih contoh gambarnya, bukan promosi, cuma saya dapat contoh nori yang bagus yang digunakan untuk bento, jangan yang berbolong dan tipis. Oya, nori seperti ini ada kok di Carrefour dan food hall.

Punch

Cara nge-punch di atas tempat yang rata, puncher-nya jangan dicuci atau langsung terkena air ya, karena ada besinya takut cepat berkarat. Nanti saya share cara membersihkan puncher.

Sayuran dan asesoris lauk :D

Wortel » dipotong atau diiris sebesar koin, dikukus setelah itu dicetak atau dibentuk. Kalau direbus hasil wortelnya akan terlalu lembek.

Sosis »  dibentuk dulu dengan pisau/ kater atau cetakan sosis kemudian dikukus kurleb 3 menit.

Keju » menggunakan keju lembaran (ada yang warnanya kuning pucat ada yang agak orange, tergantung merk deh), bisa dengan cetakan-cetakan lucu yg terbuat dari plastic itu, atauu bisa juga dengan sedotan bubble yang lobangnya agak besar, bisa juga dipipihin kalau mau bentuk lonjong.

Tamago » telur dadar yang tipiiiiis banget jadi bisa dibentuk dan dicetak.

Intinya adalah: jangan sampai ada udara di dalam telurnya, tipsnya:

  1. Telur dikocok dengan menggunakan sumpit atau garpu, jangan menggunakan balloon whisk.
  2. Kocokan telur disaring untuk mengeluarkan udara, minimal 2 kali.
  3. Minyak untuk menggoreng jangan sampai menggumpal, cukup teteskan sedikit kemudian diratakan menggunakan tisu dapur.
  4. Saat menuang adonan, panci jangan diatas kompor dulu, setelah itu gunakan api kecil.
  5. Bisa ditambahkan mirin (cuka beras jepang) biar hasil telur lebih mengkilat dan manis.

Asesoris lainnya: brokoli kukus, nugget, rolade, tumisan sayur, buanyak dewh.

Cara cuci atau membersihkan puncher:

Puncher jangan disiram dengan air, karena bahannya ada yang dari besi, jadi akan mudah berkarat.

  1. Ambil lap bersih, basahi dengan air dan sabun, kemudian diperas dengan keras sampai air habis, jadinya kainnya lembab.
  2. Lap bagian bawah puncher sambil agak ditekan-tekan.
  3. Ambil tisu dapur, di-punch terus menerus sampai tidak ada air lagi, kemudian keringkan lagi dengan hair dryer, kemudian di-punch dengan tisu dapur untuk mengetahui apakah masih ada air di puncher. Begitu terus sampai kering benar.

Nah, kalau keseringan dibersihkan memang puncher akan menjadi tumpul, jadi diasah lagi dengan menggunakan aluminium foil, jadi puncher­nya dipake buat membolongi aluminium foil sampai tajam kembali.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s